Kahar Al Bahri (Kaltim-Indonesia) CATATAN SATU JAM TIGA PULUH MENIT

Kahar Al Bahri (Kaltim-Indonesia)

 

CATATAN SATU JAM TIGA PULUH MENIT

puisi  Kahar Al Bahri

 

Hei……

Mari lupakan masa depan

Kita sudah terpesona merusak masa depan itu

mengobrak abrik alam liar sepanjang waktu

membuat planet  ini jadi panas

sampai kita tidak tau kita berada dimana sekarang

tanah tak bisa digarap dan semua hilang tak berbekas

seperti petani yang menangis di atas tanahnya sendiri

 

lupakan masa depan itu

kita sudah terpesona oleh sudut pandang yang aneh

oleh sebuah paham yang cuma tau tebang babat gali jual dan ludes seketika

lalu kemana kita harus berpindah

dan membiarkan populasi kita  mati seperti kecoa yang diinjak pada pagi hari

 

lupakan masa depan

karena kita tidak mampu memanipulasi suhu bumi

kita tidak bisa memanipulasi curah hujan

kita tidak bisa mengatur panas matahari

kita tidak bisa mengatur retak retak bumi

dan kita tidak mampu meratakan

dan merapatkan semua hal-hal yang sudah retak oleh kuasa-kuasa modal

 

Hei…..

mari kita lupakan masa depan

karena kita tidak bisa merapatkan cairan-cairan es

kita tidak bisa mengatur tuhan

dan kita tidak mampu menekan naiknya permukaan air

kita ini bukan siapa-siapa

kita  hanya  manusia

kita yang Cuma sok tahu hari ini

 

kita cuma tau memanaskan bumi dan membakar batubara tanpa batas

kita cuma tau bahwa kemarau melumpuhkan produksi petani

kita cuma tau bahwa banjir itu menyebabkan lapar

kita cuma tau bahwa atmosfir yang mengatur hidup kita sudah kacau balau

kita cuma tau,

kita cuma tau,

kita cuma tau dan

kita tidak bertindak

 

kita Cuma bisa  membawa rasa hidup kita dan sadar

bahwa kita tidak mampu merekayasa planet ini lalu

terlanjur menyerahkan kepada politik

memilih mereka yang tidak bermoral dan membiarkan orang-orang tersebut

tidak  melakukan  apa-apa

 

lalu untuk apa Perjanjian Kyoto

lalu untuk apa seminar-seminar gleser

lalu untuk apa Pertemuan G-20

lalu untuk apa asia-eropa meeting

lalu untuk apa carbon meeting

lalu untuk apa teknologi-teknologi canggih-canggih itu

 lalu untuk apa semua itu

 

Hei…..

kita harus sadar kalau kita memang tidak pernah becus mengurus ini

kita harus menemukan jalan,

kitaharus menemukan jalan dan mulai berteriak bahwa ini sudah

cukup,

cukup dan

cukup

kitaharus menemukan jalan

hentikan gali-gali itu

hentikan tebang-tebang itu

hentikan babat-babat itu

hentikan keruk-keruk itu

hentikan tebang-tebang itu

hentikan babat-babat itu

hentikan keruk-keruk itu

hentikan, hentikan

 

lau jadikan ini sebagai  kabar baik

bahwa bumi semakin panas

membuat kita sakit dan terus menerus terjangkit malaria

bumi semakin tidak produktif

kita akan Cuma menderita lapar dan ini  memiskinkan kita

segera

 

bahwa kita harus mempererat diri

karena kita pembuat kabar itu

baik atau buruknya mari bekerjasama

kita tidak boleh pasrah kitaharus tetap berusaha

harus berteriak

hentikan Rio tinto

hentikan Freeport

hentikan Newmon

hentikan Kaltim Prima Coal

hentikan Exxon

hentikan Cevron

hentikan Arutmint

hentikan Kideco

hentikan Kitadin

hentikan Nusa Halmahera

hentikan Broken Hill Poperty

hentikan British Petroleum

hentikan…….

hentikan robot-robot investasi yang bernama modal

hentikan …..

 

 

mari kita tata ulang planet ini 

tanpabanjir

tanpa longsor

tanpa krisis pangan

tanpa menghilangkan rawa-rawa

tanpa menghilangkan sungai

tanpa menggusur gunung

tanpa merusak hutan

tanpa penindasa hak asasi manusia

 

hentikan,

hentikan,

hentikan

 

Hei…..

Mari jabat erat tanganku

Kita satu jalan di planet ini

                                    

Keraitan Desember 2011

 

 

  • ·        Kahar Al Bahri, dilahirkan di Wamena 16 Oktober 1976. Selain berkegiatan sebagai aktifis sebagai dinamisator wilayah jaringan advocasi tambang. Lulusan S1 FKIP UNMUL berisrikan  Nyoman indrayani  dan telah dikarunia  2 anak, yang bernama Timur Angin (5,5 tahun), dan Sarasvati (2,5 tahun. Puisi Kahar di antaranya dimuat di Kalimantan Timur dalam Puisi Indonesia (ed. Koorie Layun rampan, 2011) dan cerpennya juga masuk dalam Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia (ed. Korrie Layun Rampan, 2011). Kahar kini tinggal di Jl KS. Tubun Dalam RT 13 No. 35 Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: