Herman Mutiara (Singapura) SEKETIKA

Herman Mutiara (Singapura)

 

SEKETIKA

oleh Herman Mutiara

Ketika aku sedang bertafakur di puncak gunung itu, engkaukah yang menghujaniku dengan butir-butir musibah dari gemawan pilu? Maka menjelmalah aku seperti lapisan ozon yang tidak bisa memayungi bumi lantaran lubang-lubang yang tersayat di jemalaku.

Ketika aku sedang menyelam ke dasar lautan itu, engkaukah sekawanan ikan-ikan kecil yang menggigit-gigit tubuhku sehingga semua deriaku menjadi tumpul? Lantas aku menjadi sebongkah batu yang terbenam ke dasar jiwa yang paling dalam, lemas dalam kegelapan rindu yang paling agam.

Ketika aku sedang berjuang demi penerusan hayat di tengah-tengah medan pertempuran itu, engkaukah yang menghalakan muncung senapang itu tepat ke kepalaku? Lantas kautarik picunya, terdengarlah ledakan yang menggegarkan gegendang telingaku, lalu senapang itu memuntahkan kuntuman-kuntuman mawar merah jambu.

Ketika aku menutupkan pandanganku, engkaukah yang membentangkan peta seluruh alam maya di bawah lipatan kelopak mataku? Maka jadilah aku si buta yang paling berbahagia lantaran menerima anugerah yang tidak pernah diduga itu.

herman.mutiara
07/05/2012

 

 

  • Herman Mutiara dilahirkan di Singapura. Mendapat pendidikan menengah di Sekolah Victoria dan kemudian di Maktab Rendah Tampines. Matapelajaran yang paling diminatinya di sekolah ialah Bahasa Melayu; maka tidak hairanlah kalau dia mempelajarinya sebagai Bahasa Pertama (kini dipanggil ‘Higher Malay’). Memperoleh diploma dalam jurusan “Film, Sound & Video” dari Politeknik Ngee Ann, dengan pengkhususan dalam cabang perfileman, disusuli dengan penerbitan TV sebagai pengkhususan kedua. Puisi-puisinya pernah disiarkan di akhbar Berita Minggu di Singapura, antologi ‘Manik-Manik Hijau’ (1995), antologi ‘Suara-Suara Adam’ (2010), antologi ‘Akulah Musi’ sempena Pertemuan Penyair Nusantara V (Palembang, 2011) dan antologi ‘Sinar Siddiq’ sempena Mahrajan Persuratan & Kesenian Islam Nusantara (Sabah, 2012).  Sekarang bekerja sebagai ahli bomba (pemadam kebakaran) di Singapore Civil Defence Force.  Selain menulis puisi, Herman Mutiara juga seorang pencipta lagu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: