Dinda Az-Zahra (Kaltim-Indonesia) KAU TAK PERNAH MATI

Dinda Az-Zahra (Kaltim-Indonesia)

KAU TAK PERNAH MATI

i

aku tahu kau tak akan pernah mati. di setiap gerakku, kau selalu memperhatikan tingkah lakuku. perasaan yang mengatakan itu padaku. kau hanya berubah wujud, dari nyata menjadi tak nyata, dari tampak mata menjadi kasat mata.  Aku dan kau masih bersama. Bila malam, kau juga tidur di hatiku.

ii

Aku masih ingat dengan jelas; jalan-jalan yang pernah kami lalui bersama. di sepanjang usiaku. aku juga masih ingat, kau mengangkatku tinggi-tinggi seakan menunjukkan kepada langit dan gelombang yang menuju pantai; tentang kasih sayang. aku juga masih ingat dengan baik, saat-saat kebersamaan yang lain, ketika kau memenuhi apa yang kuinginkan. Tak bisa kuhitung lagi apa yang telah kau berikan. Selain laut sekalian pantai yang telah kau berikan,  bulan dan bintang-bintang sekalian yang kau selipkan dalam sakuku,  matahari dan sekalian aktifitas yang hidup dan sederet kenangan lainnya.

iii

aku yakin, kau tak akan berbaring di dalam tanah. kau hanya mengembalikan padi yang telah menjadi beras ke tanah, kau mengembalikan sayur melalui tanah, kau mengembalikan buah ke tanah, kau mengembalikan milik tanah,  termasuk air. kau  menyatu dengan tanah tapi kau tidak mati. kau hidup. Aku dan kau masih bersama. bila malam kau tidur di hatiku.

 

aku merasakan,  kita memang masih bersama. sekalipun tak ada suara beratmu lagi yang mengingatkan, tapi lewat langit dan gelombang yang menuju pantai, lewat bulan dan bintang, lewat tumbuhan, lewat desiran angin, lewat hujan, lewat senja, lewat berkeranjang-keranjang kenangan yang kau tinggalkan dan kau selalu mengingatkan tentang jalan benar yang harus kulalui untuk bertemu dengan kau kelak. Aku yakin kau tidak mati. kita msih bersama, karena bila malam aku rasakan kebaradaan kau tetap ada, masih hidup.

 

(buat satu-satunya lelaki yang meninggalkanku berkeranjang-keranjang laut, bulan, bintang dan lebih dari itu; papa. Mei 2012)

 

  • ·        Dinda Az Zahra.  Dilahirkan di Samarinda, 25 Juni. Menulis puisi sejak kecil, sekalipun berkeinginan untuk menjadi dokter.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: