Akhmad Zailani (Kaltim- Indonesia) BAU BUSUK DAN TELINGA YANG DIGANTUNG DI RUANG RAPAT PARLEMEN

Akhmad Zailani (Kaltim- Indonesia)

BAU BUSUK DAN TELINGA YANG DIGANTUNG  

DI RUANG RAPAT PARLEMEN

Oleh  akhmad zailani

I

Bau busuk mengolok-ngolokku. Mereka yang bertutup hidung berkata; ‘’ bau busuk itu berasal dari diri kau dan  juga teman-teman kau. Bau busuk itu telah membunuh anak-anak kami! membunuh keluarga kami!’’.  Aku mengendus-ngendus, menciumi ketekku. Menciumi selangkanganku. Tak ada.  Aku sudah mandi uap, ber spa, luluran sekalian massage menggosok daki, sekalian ho-oh seharian di salon simpananku. Lalu aku berendam di bathtub sebuah hotel mewah. Tapi kalian masih menuduh sumber  bau busuk adalah diriku. Bau busuk darimana? Kalau bau busuk dari tahi di perut ku yang belum dikeluarkan, kalian pun punya  pula. Ini fitnah.  Ini pembunuhan karakter.

II

Aku sudah membantah. Tapi kalian malah beramai-ramai mendatangiku dan teman-temanku. Membawa poster,  bertuliskan tuntutan mundur; jangan cemari negeri kami. Kami asik saja duduk-duduk. Membaca koran, yang bertumpuk di meja di sebuah gedung  yang sama nilainya dengan 1000 rumah sangatsangat sederhana sekali. Padahal kami baru jalanjalan dari luar kota. Padahal kami habis ho-oh di sebuah hotel yang mewah di Jakarta. Kalian yang datang dengan tutup hidung masih tak percaya. Aku dan teman-temanku saling mencium. Saling mencium ketek dan selangkangan. Tapi tak terdeteksi bau busuk.  Apakah hidung kami telah mati dan  hanya tajam menciumi bau uang? ‘’ Bau busuk yang membunuh itu terkumpul di gedung ini!’’ teriak kalian hingga urat di leher putus.

III

Kami  guyur badan kami dengan farfum super wangi.  Seluruh bagian gedung parlemen kami semprot pula dengan minyak harum. Termasuk telinga-telinga  kami yang telah di gantung di mikropon dalam ruangan rapat paripurna. Bahkan  tempat sampah yang tertampung berisi aspirasi di belakang gedung dewan  perwakilan rakyat kami seprot pula. Tapi besoknya kalian datang lagi. Lebih banyak lagi. Ribuan. Jutaan. Terus berdatangan pakai  masker, seakan-akan takut terkena virus dari bau busuk yang memabukkan. Kalian mengepung. Menaiki. Meludahi. Mengencingi. Memberaki.  Sambil berteriak hingga urat leher putus dan muntah-muntah; ‘’kalian memang busuk!’’ . Tapi tentu saja kami tidak mendengar. Karena telinga kami telah digantung di mikropon di  ruang rapat paripurna di gedung parlemen yang berbau busuk.

Mei, 1998

  • H. Akhmad Zailani. Kelahiran Samarinda (Kaltim), 24 Pebruari.  Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda ini pernah bekerja di sejumlah koran harian lokal dan nasional. Di sela-sela kegiatannya,  membuat sejumlah buku. Di antaranya, Wajah Parlemen Samarinda, Melawan Banjir di Kota Air, Bintang di Tengah Ladang (booklet), H Achmad Amins Membenahi Samarinda. Bersama wartawan  daerah dan koresponden media nasional, tulisannya dimuat di buku berjudul Gubernur Datang? Bawa Uang Nggak?. Sejumlah cerpennya juga dimuat di berbagai Koran, termasuk di Koran Harian Utusan Borneo, Sabah Malaysia.. Puisinya terhimpun dalam antologi puisi SINAR SIDDIQ yang diterbitkan sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara 2012 di Membakut Sabah pada 8-11 Februari 2012.

Lelaki yang mulai menulis sejak SD ini pernah menjuarai lomba di bidang kepenulisannya. Di antaranya (tahun 1990-an) Juara 1 Lomba Menulis Resensi Buku yang diselenggarakan Perpustakaan Kaltim, Juara 1 Lomba Penulisan Cerpen Daerah Kalimantan Timur yang diselenggarakan Dharma Wanita Kaltim, Juara 2 karya tulis populer yang diselenggarakan VICO Balikpapan, Juara II karya tulis BKKBN Kabupaten Kutai dan Juara II Lomba Penulisan Puisi Lingkungan Hidup yang diselenggarakan AMPI  Kaltim. Selain buku tersebut di atas, cerpen Akhmad Zailani juga terhimpun dalam antologi cerpen jurnalis Kaltim, PARA LELAKI dan Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia (editor Korrie Layun Rampan). Pengalaman organisasi ; Koordinator Divisi Komunikasi Publik DPC Partai Demokrat Kota Samarinda periode 2011 – 2015, Salah satu inisiator pembentukan DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kaltim – (tahun 1999),Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (1993),Asosisiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (AKSI) Kaltim – (2000 – 2002),Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) –  mengikuti Work Shop AJI di Jakarta (1999-2001),Direktur Lembaga Informasi Kerakyatan (LINK) – (2001-sekarang),Ketua Umum FORKKOT (Forum Kepedulian Kota) Kalimantan Timur (2009-sekarang),Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) Samarinda – (2011 – 2015),Wakil Ketua DPD Partai Amanat Nasional Indonesia Kota Samarinda (2011 – 2015),Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dengan penerbit Sultan Kaltim Utama (anggota Ikapi)  – (2010-2012), menulis sejak kelas VI SD. Menulis puisi dan cerita anak-anak di majalah Kuncung dan Bobo. Saat SMP kelas 3 hingga kuliah,  beberapa cerpennya pernah dimuat di   majalah Kawanku, majalah HAI, Aneka dan Anita Cemerlang, Koran manutung, Kaltim Post dan Koran Suara Kaltim (alm), Tahun 1996-1997 bekerja sebagai koresponden Majalah FAKTA Surabaya, Tahun 1997-2001 – wartawan Suara Kaltim,Tahun 2000-2001 – wartawan tabloid-harian Harian Kutai Baru,Tahun 2001-2005 – redaktur Koran harian Poskota Kaltim,Tahun 2003 – redaktur pelaksana Koran harian Kaltim Times, Tahun 2004- redaktur pelaksana Koran Harian Matahari Kaltim,Tahun 2001-2007 – pemimpin umum/pemimpin redaksi tabloid Pemkot Samarinda “ Habar Samarinda”,  Tahun 2005-2006 – pemimpin umum/pemimpin redaksi majalah Metro,  Tahun 2005 – pemimpin umum/pemimpin redaksi tabloid Qolbu,Tahun 2006- pemimpin umum/pemimpin redaksi majalah Qalam,tahun 2006-2007 – pemimpin umum/pemimpin redaksi majalah Suara Rakyat, antara tahun 2004 – 2008 menjadi pemimpin umum/pemimpin redaksi tabloid Suara Hati, tabloid Rakyat (kaltim) Merdeka, tabloid Info (media sosialisasi Dispenda Samarinda), media center Amins-Jaang periode 2000-2005 dan media center Amins-Jaang 2005-2010, direktur  media center Jaang-Nusyirwan periode 2010-2015, konsultan media pasangan Calon Bupati Kabupaten Nunukan  H Gusti Aseng-Asmah Gani 2000-2005 Pilkada Nunukan, konsultan media Cabub Naswin Datu Norbeck 2000-2005 Pilkada Berau. Hj Asmah Gani sekarang terpilih sebagai Wakil Bupati Nunukan periode 2011-2015 bersama Bupati M Basri. Menulis puisi, cerpen dan cerita bersambung. Di antara cerita bersambung dimuat di Koran Harian Suara Kaltim, yaitu  Ah (1999),  Opera Pak Karto (1999) dan cerita silat politik : Dinasti Su Hat Su (cerita tentang keadaan politik tahun 1998). Salah satu tulisannya, Mengungkap Bisnis Sampingan TNI-Polri, termasuk tulisan terbaik menurut penilaian National Democratic Institute (NDI) – tahun 1999.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: