Ach Nurcholis Majid (Jawa Timur-Indonesia) DARI SEBUAH LUKA

 

Ach Nurcholis Majid (Jawa Timur-Indonesia)

DARI SEBUAH LUKA

Oleh Ach. Nurcholis Majid

 

di antara jalan menanjak rumput-rumput mengering

senja menukik ke dalam lembah dan berpendar

seperti akan datang hujan tambur

dari luka yang terlanjur jadi duri

amarah tumbuh di jalan raya dengan akar yang tegang

entah bermimpi atau sedang mengigau jadi halilintar

 

hujan pun gugur, turun dari luka yang terkoyak

pejalan-pejalan kaki terpaksa menahan perih

karena bis kota yang kemalaman membawa hantu

telah menerornya dengan bayang-bayang kematian

 

oh singa jantan yang tenang di bawah kaki burung

kepalamu telah jadi sarang tinja

padahal raja adalah mimpi masa kanak-kanak

yang terhuyung-huyung antara raja’ dan khauf

kemudian ke dalam raja’ mereka mengalahkan khauf

 

tapi sekarang raja’ adalah khauf

setiap anak yang mengikuti masa depan selalu pingsan

karena harapan selalu berbanding dengan kegagalan

itulah kenapa bilang datang UAN harga kejujuran menjadi murah

dan pendidikan berubah warnanya menjadi merah jambu

kau bisa lihat ia sangat kemayu melihat ketotolan

dan guru-guru menjadi malaikat yang terlampau hitam

 

dan di antara ketakutan-ketakutan, keberanian pun tumbuh

menjadi seekor burung hantu dengan dua pilihan: serang atau buang

maka menyeranglah pemuda-pemuda yang tak tahu harga kehidupan

generasi yang terlahir dari pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban

mengucurlah darah yang teramat merah

aduhai luka kita seperti mawar merekah

 

o muda yang jernih, di tepi laut kita akan bertemu sampan

kau harus tenang, ada lumba-lumba dan paus tengah berenang ke muka pantai

di sini pernah kau buat patung-patung pasir sambil melihat senja

jaga pikirmu agar tak dendam, dayung sampanmu jangan bermuram

ini kesempatan untuk membuka nasib

setelah berkali-kali musim angin dan halilintar menjatuhkan

setelah ikan-ikan besar terdampar karena terbuang

jangan ada lagi luka yang dihias baju kekuasaan

jangan bawa kebodohan dengan sekantong kesarjanaan

 

a.2012

 

  • Ach. Nurcholis Majid lahir di Masalembu, Sumenep-Madura, 04 Maret 1988. Alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Aktif sebagai pembina FLP ranting AL-AMIEN Prenduan Sumenep dan pembina Sanggar Sastra Al-Amien Prenduan. Menulis puisi, cerpen, feature, esai, dan karya ilmiah. Sejumlah karyanya berupa puisi dan cerpen dimuat oleh majalah HORISON, KOMPAS, ANNIDA, SABILI, KUNTUM, JAWA POS, SURABAYA POST, QALAM, SASTRA DIGITAL dll. Meraih Juara II Lomba cipta cerpen islami di UNEJ Jember, juara harapan lomba menulis cerita pendek se-Madura 2008, Juara dalam lomba karya tulis ilmiah tentang Taufiq Ismail 2008, Juara II Lomba Mengulas Karya Sastra Antara Mahasiswa se-Sumenep, Esai Terpuji FLP Award 2009, Esai Terbaik dalam Kompetisi Esai Mahasiswa Internasional yang diadakan TEMPO, Juara I Lomba Mengulas Karya Sastra yang Diadakan Kementrian Pendidikan Nasional (KEMENDIKNAS 2010). Buku-bukunya yang telah terbit; antologi puisi Mengasah Alif (Sumenep: SSRI, 2007) O’de (Sumenep: SSA, 2003), Taufiq Ismail di Mata Mahasiswa (Jakarta: HORISON, 2008) KH. A. Djauhari Chotib; Muqaddam Tarekat Tijaniyah (Madura: Mutiara Press, 2008).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: