Abdul Rani (Kalbar-Indonesia) SAJAK SEBERANG

Abdul Rani (Kalbar-Indonesia)

SAJAK SEBERANG

Oleh  Abdul Rani

 

Pernah kumelihat di seberang sana

Anak-anak kecil tak mampu bersekolah

Tak ada seragam, tak ada buku, tak ada kata belajar

Banting tulang di usia belia

Kerja keras tanpa lelah

Mau sekolah, siapa punya biaya?

Terdengar dari tuturnya aku ingin sekolah…

Terlihat dari binar matanya aku ingin sekolah…

Terasa dari sanubarinya aku ingin sekolah…

Jawaban singkat menusuk jiwa siapa punya biaya?

 

Pernah kumelihat di seberang sana

Anak konglongmerat enteng bersekolah

Punya seragam, punya buku, belajar? Belum tentu

Guru menebar ilmu mereka tak mau tahu

Apa yang diajar biarlah berlalu dan buyar

Sekolah? Kan sudah bayar

Pikir mereka mengapa harus pintar

Toh di rumah berlian terhampar

 

Pernah kumelihat di seberang sana

Para pendidik tengah asik menghitung duit

Mata hijau berbinar ketika bulan tak lagi tua

Mata hitam pucat pasih ketika disuruh berbakti

Silabus RPP nyontek BSNP

Tak ada pengembangan atau tak mau berkembang

Semua sekolah pukul rata

Cara belajar dianggap sama

Katanya KTSP tapi mengapa berkelas tempe

 

Tapi kumelihat di seberang sana

Bukan di sini

Tak ada kulihat anak melarat

Punya seragam, punya buku, belajar nomor satu

Banting tulang sekadar belajar

Kerja keras agar pintar

Aku ingin sekolah, ya bisa

Aku ingin sekolah, tentu bisa

Aku ingin sekolah, sudah tercipta

 

Tapi kumelihat di seberang sana

Bukan di sini

Anak konglongmerat tak cuma enteng bersekolah

Guru menebar ilmu antusias untuk tahu

Apa yang diajar terserap dan mekar

Ilmu tak bisa dibeli

Pintar tak bisa dibayar

Mereka bersekolah dengan kesungguhan hati

Mereka bersekolah demi meraih mimpi

 

Tapi kumelihat di seberang sana

Bukan di sini

Guru tak lagi sibuk di laci

Bulan tua bulan muda tak ada beda

Tanggung jawab terlaksana tak berteori lisan belaka

Silabus RPP tak lagi kelas tempe

Terus berkembang, berinovasi, berkreasi tanpa mati

Mendidik mengajar tanpa henti

Mendidik mengajar wujud bakti

Mendidik mengajar hingga waktu berhenti

 

Semua itu di sana bukan di sini

Di sini penuh siswa berprestasi

Di sini sesak guru berbakti

 

  • Abdul Rani, lahir 5 Oktober 1991 di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Putra ketiga dari Deni Irawati dan M. Saleh. Pria yang biasa disapa Pak Dos ini, sehari-hari berprofesi sebagai guru di SD Bina Mulia Pontianak. Selain itu, dia juga masih menyelesaikan pendidikan S1 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia  di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura. Bergabung di beberapa kelompok kepenulisan, seperti Lentera Community dan Forum Lingkar Pena Kalbar membuat pengalaman kepenulisannya cukup bisa diperhitungkan. Buku Cerita di Balik Nama Daerah menjadi buku perdananya yang ditulis secara kolektif pada tahun 2010.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: