Wyas IBN Sinentang/Wahyu Yudi (Kalimantan Barat -Indonesia) SEPOTONG CATATAN MIRIS YANG TERTINGGAL


 

SEPOTONG CATATAN MIRIS YANG TERTINGGAL

( buat; buah hatiku, agar kau tahu kalau dunia ini

tak seperti yang kau impikan )

oleh Wyas  IBN Sinentang  (Wahyu Yudi)

 

anakku bertanya polos saat menyaksikan tayangan teve

– Pak, kenapa banyak anak-anak kecil dibawa pak Polisi, tangannya diborgol, dimasukkan ke dalam sel ? Anak seusia dia seharusnya tak memikirkan masalah-masalah ketidak adilan, tapi angin jalang sudah terbiasa menindas

rumput-rumput hijau tak berdaya. Hanya karena mencuri sendal jepit, uang seribu perak, bunga hias, atau apa saja yang tidak berharga.

nilai sebuah kepolosan malah disalah tafsirkan

pisau keadilan tajam di bawah, tumpul di atas

kebajikan sudah tak relevan lagi menohok asset bangsa

adagium; pemuda tulang punggung bangsa atau penerus bangsa

cuma kata-kata klise seonggok martabat mulia bertopeng dusta.

 

suatu kali kembali anakku bertanya lugu ketika menonton sajian sinetron

di layar kaca,

– Pak, kenapa orang-orang jahat itu tak pernah kalah, kalau ketangkap tak pernah dihukum, selalu dibebaskan ? Anak seumuran dia juga tahu, selalu

diajarkan keburukan, kebobrokan. Hukum tetaplah hukum, bukan perilaku

yang berkata tulus, namun goyangan di balik tirai tirani-tirani bermuka

santun menodongkan badik kemunafikan.

 

dalam renunganku beranjak menuju peraduan malam

kutatap wajah belia yang penuh akan keinginan mulia

kembali tanya menjejal hati menusuk benak

akankah semua akan terjawab; angan dan asanya sederhana

menjadi pohon besar tempat bernaungnya daun-daun menggugur,

sendal jepit usang tertekan keadaan, atau apa saja yang

membutuhkan pertolongan

; hidup itu gaib, nak !

 

Ketapang, Januari 2012.

 

  • Wyas (Wahyudi Abdurrahman Zaenal) IBN Sinentang  lahir di kota Pontianak tanggal 24 April 1966. Menulis puisi dan cerita pendek sejak tahun 1980.  Karya-karyanya pernah dimuat di beberapa media lokal maupun nasional, juga negeri jiran, Singapore. Karyanya terangkum dalam beberapa kumpulan bersama;, Antologi Puisi Bangkit  III (Studio Seni Sastra Kota Batu, 1996), Jepin Kapuas  Rindu Puisi Khatulistiwa, 2011), Chaya Khatulistiwa di Taman Kota  (DKKB, 2012), Antologi Cerpen Kain Tilam  (DKKB, 1998), Tentang Bulan (Leutika Prio, 2012), Mutiara Berdebu (Pustaka Awan, 2012), AIDS Bercerita (Leutika Prio, 2012), Orang-orang di Batas Garis (Tuas Mediamja, 2012), Antologi Puisi tunggal Bersama Hujan (Kelompok Empat Kreatif, 2011). Pernah tergabung dalam KOMPAK (Kelompok Penulis Pontianak),  Sanggar CS2k (Cipta Sastra Swara Khatulistiwa), Bengkel Sastra Kalbar,  salah satu pendiri IPSKH (Ikatan Penulis Sastra Kota Hantu),   Komite Sastra DKKP (Dewan Kesenian Kota Pontianak) tahun 2002, penggagas Komunitas Sastra Pinggiran Bunga Trotoar, founder Diskusi Sastra Imajiner Kembang Gula, owner Kelompok Empat Kreatif (KELOPAK). Saat ini menetap di kota Ketapang (Kal-Bar), Jl. Gatot Subroto, Gg. Hadi. Email: wahyudi.yudi4.gmail.com, fb: Wahyu Yudi.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: