Taufik Walhidayat (Jawa Timur –Indonesia) IJEN DI PELUK FAJAR

 


 

IJEN DI PELUK FAJAR

– Catatan penambang belerang

Oleh  Taufik Wakhidayat

Semalam hujan kembali turun di hati

Menghanyutkan sisa fosil dalam ngarai di bebukit

Rimbun barisan kelelawar

Menghantar pulang sisa malam keambang fajar

Taring tajam menetes darah kemunafikan

Sementara sorot merah menajam di ulu hati

 

Semalam hujan kembali turun di hati

Terlihat iringan penambang belerang yang terengah

Merajut setiap jengkal kisah hidupnya pada tebing menerjal

Hirup kenyataan yang kian pahit

 

Pada sebuah mimpi yang kian samar

Melukiskan jejak peluh di tebal kabut

Mengeja kristal embun

Di lembar, lembar-lembar daun

Di batang, batang-batang pohon

Di batu, batu-batu tanah melembab

Beriring derit bambu di bahu

 

Kata bening beriring lenguhan yang menanjak

Mencatatkan sebilah istighfar di suatu subuh

Menampung sisa kesadaran

Hujan semalam tak menyisakan apa apa

Selain sebuah luka yang perlahan mengalir darah

Banyuwangi, Januari 2010

  • Taufik Walhidayat, lahir di pulau garam, Sumenep, Madura pada 12 Mei 1978. Beraktivitas dan berkesenian di Banyuwangi. Aktif sebagai instruktur di Teater Kusuma, Banyuwangi. Puisinya termuat di Radar Banyuwangi, Majalah Imbas, terantologi dalam Cadik (1998), Istana Loncatan: Puisi-puisi 31 penyair Jatim dalam Temu Sastra Junok Bangkalan (1998), Labuh Rindu (1999, antologi pribadi), Menara Tujuh Belas dan beberapa antologi puisi religius bersama penyair Banyuwangi, antologi Rapsodia Banyu Mata Rindu (3 penyair Banyuwangi 2008), dan termuat dalam cybersastra. Puisinya yang berjudul “Madura Aku Anakmu” menjadi Juara II Lomba Puisi Cinta yang diadakan Majalah Story (2010).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: