Sulthan ARP (Kaltim-Indonesia) – SEPERTI SAJAK YANG TERUS DITULIS


 

SEPERTI SAJAK YANG TERUS DITULIS

oleh Sulthan ARP

 

Dari hari ke hari, hidup bagai sebuah permainan game. Mengajak, membujuk dan saling bunuh. Mati lalu ulang lagi. Seperti sajak-sajak yang terus ditulis  dan dicampakkan. Tapi tidak mati-mati.  Aku harus jadi burung, yang terbang mengepakkan sayap di langit.  Atau aku harus jadi ikan, yang akan terus berenang  di air.  Burung terbang di pagi hari, dan pulang tak mati. Ikan yang tak mati. Angin tak mati. Tanah tak mati. Air tak mati.

 

Dari hari waktu ke waktu. Bila aku terbang, maka aku ingin terbang seperti  garuda yang gagah perkasa. Atau elang. Atau bilapun ikan, seperti ikan hiu. Garuda, hiu, topan, gelombang yang memukul-mukul pantai, dan kobaran api dalam tubuhku jangan mati-mati.

 

Dari hari ke hari, dari waktu ke waktu hidup memang harus menjadi apapun.  Menjadi  garuda, hiu, topan, gelombang dalam gerak dalam berbagai apapun.  Atau jadi apapun yang hidup. Sekalipun pada akhirnya seperti sajaksajak yang terus ditulis dan dicampakkan di tong sampah zaman.

2012-05-18

  • Sulthan ARP, lahir 27 April di Samarinda-Kalimantan Timur. Sering menulis puisi di berbagai media. Puisi pertamanya ditulis saat SMP kelas 1 berjudul; jangan ngambek bidadariku.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: