Saifun Arif Kojeh (Kalbar-Indonesia) – PENUH HARAPAN


 

PENUH HARAPAN

Oleh Saifun Arif Kojeh

 

 

Gerah gejolak hati memerah

Pada panas yang bersimbah darah

Dari luka anak pengemis

Yang berceceran di jalanan

Dilibas derit kendaraan peradaban tanpa permisi

Memaki ramai penuh korupsi

 

Penantiannya berpenuh harapan

agar kearifan lokal menyentuh hati siapa saja

Bergelut dan bergumul dengan kehidupannya

Untuk memberikan arti dalam pencerahan abadi

 

Meja Belajar (Negeri Betuah), 29 Maret 2011

 

  • Saifun Arif Kojeh adalah nama pena dari Raden Sarifudin, lahir di Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, pada tanggal 8 Desember 1977.  Anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Raden Koman Sahar dan ibunya bernama Utin Jetiah Bujang Saheran menyenangi membaca, menulis, dan berjalan ke tempat-tempat yang unik dan menarik. Dia mengawali pendidikannya di SDN 20 Durian Sebatang yang sekarang berganti nama menjadi SDN 09 Durian Sebatang (1991). Tamat dari SMPN 2 Simpang Hilir sekarang berganti nama menjadi SMPN 1 Seponti (1994), dia melanjutkan sekolahnya di SMAN 2 Pontianak (1997) dan meraih gelar Sarjana Pendidikan di FKIP Universitas Tanjung Pura (Juni, 2001). Pada tahun 2009, dia menikahi seorang gadis asal Balai Berkuak yang bernama Setevani dan dikarunia seorang anak, Ayatul Husna (18 Juni 2010). Dia senang menulis karya sastra sejak masih Sekolah Menengah Umum sampai sekarang. Karyanya berupa Puisi, Cerpen, Novel Mini, Diari Seorang Penulis, Prosa Kehidupan, Prosa Mimpi, Cerita rakyat, bahkan kini merambah menulis artikel populer di media massa.  Dalam dunia kepenulisan dia mempunyai semboyan: “Suatu coretan kreatif sependek apapun dalam menuangkan impresi atau ekspresi jiwa akan melahirkan keindahan rasa yang terasa bagi orang yang merasa.” Cerpen dan puisinya disebarluaskan di Jurnal Edukatif, Majalah Selasar, Ketapang Pers, Majalah Umum Tanjungpura Post, Pelita, Bela, Warta Lipan, Barometer, Equator, Borneo Tribune, Kapuas Post, Pontianak Post, Koran Minggu Pagi Yogyakarta, Majalah Taman, cybersastra.net, kampung.8m.net, fordisastra.com, esastera.com, sanggarkiprah.blogspot.com, andyady.multiply.com, dapunta.com, cerpen.net, fiksi.kompasiana.com, blogscope.com, mywritingblogs.com, puitika.net, dan lain-lain.  Puisi dan cerpennya masuk nominasi Hadiah HESCOM 2008 (Malaysia). Cerpennya bertajuk Mutiara dalam Lumpur jadi Juara III dalam penulisan cerpen Islami yang diadakan Forpi-Al Ikhwan (sekarang At-Tarbawi) FKIP Untan. Cerpen “Kempunan memenangkan Hadiah HESCOM 2009 (Malaysia) kategori ACAS (Anugerah Cerpenis Alam Siber, sebesar RM 200). Puisi dan cerpennya yang dibukukan: Bianglala (Antologi Puisi, 2001),  Tafakur Cinta  (Kumpulan Puisi, 2006),  Kembalinya Tarian Sang Waktu (Kumpulan Cerpen, 2010), Matahari di Nusantara (Antologi Cerpen Mastera, 2010), Sembahyang Puisi. Menerjemahkan Rindu (Kumpulan Puisi, 2010),  Antologi Ketika Penyair Bercinta berupa e-book (2011),  Antologi Kun Payakun Cinta (Puisi Reliji Lintas Negara) berupa e-book (2011), Mata Borneo I; REPUBLIK WARUNG KOPI (Antologi Puisi 8 Penyair Kalbar, 2011),  Anugerah Khatulistiwa (Antologi Puisi, 2011), Deru Awang-Awang (Antologi Puisi, 2012). Selain itu, artikel dan cerita rakyatnya disebarluaskan di Majalah Pelita, Tanjungpura Post, Borneo Tribune, Equator,  dan dapunta.com. Naskah teater yang sudah ditulisnya adalah Siluet Biru, Titik Merah, Monolog Merah Putih, Pentingnya Pendidikan, Putri Dipanah Rembulan, Selembut Kasih Ibu, Kawin atau Pendidikan, dan Kemuliaan Kasih Ibu. Kalau ingin melihat lebih jelas lagi hasil karya sastra dan tulisannya bisa dilihat di weblognya: msaifunsalakim.blogspot.com dan kemuliaancintasakim.blogspot.com Kegiatan sastra yang pernah diikutinya adalah Pertemuan Mahasiswa Sastra Tingkat Nasional di Pontianak (1999) dan Yogyakarta (2000), Lokakarya Apresiasi Sastra Daerah di Cipayung, Bandung yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Nasional dengan pembicaranya dari Dinas Pendidikan Nasional dan Sastrawan Horison (Agustus, 2006) dan di Cipayung, Bogor, Jawa Barat (Desember, 2007), serta sebagai Peserta Mastera Cerpen di Bogor (28 Juli – 2 Agustus, 2008). Penulis adalah anggota IPSKH (Ikatan Pencinta Sastra Kota Hantu), mantan Ketua Sanggar Kiprah FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak (1999-2000). Kini penulis aktif melatih anak didiknya menulis puisi, prosa, cerpen, dan teater. Dia juga menjabat sebagai Ketua SAKENI (SAnggar KEpenulisan dan seNI) dan Kompenkat (Kelompok Penulis Berbakat). Alumnus SMA Negeri 2 Pontianak dan FKIP Untan Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah ini sekarang mengabdikan dirinya sebagai guru di SMA Negeri 1 Simpang Hilir, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat 78853.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: