Remmy Novaris DM (Jawa Barat-Indonesia) SEJUMLAH DAFTAR NAMA YANG HILANG


SEJUMLAH DAFTAR NAMA YANG HILANG

Oleh : Remmy Novaris DM

 

 

di sudut-sudut kafe yang gelap kita sembunyikan bayang-bayang itu di antara musik dan bir yang mengalir percakapan demi percakapan pun menjelma bisikan-bisikan liar tentang sejumlah daftar nama yang hilang : ”Ke mana pergi mereka?”

(dalam dongeng seribu satu malam!) kita pun hanya dapat memandang sisa-sisa anak di atas meja ada kalori kolonialisme di situ dan borjuasi yang berkarat serta virus proletarian yang mengendap berbiak dan larut dalam paranoid politik karena ideologi-ideologi besar yang bangkrut : ”Kamu tahu bahasa telepon?”

(dalam bahasa sisofrenia!) kita lalu meraih tisu di atas meja menyusun kembali sejumlah daftar nama baru tapi kenapa wajah-wajah itu begitu asing begitu dingin seperti menyimpan dendam dan selalu berbicara atas nama sistem?

: ”Kemana bapak Budi?”

”Kemana ibu Budi?”

”Dan Budi….”

(Budi sudah lama keluar dari bangku sekolah!) memesan segelas bir lagi bayangan di dinding kafe berkelebat menyelinap di antara tubuh kita dan kita hanya dapat menyapanya dengan sia-sia selebihnya, kita hanya bisa panik ketika pelayan datang membawa sisa malam di atas nampannya : ”Sudah dini hari, Tuan.” Suaranya datar seperti seorang penyanyi rap tapi membuat kita terlempar ke luar cafe jalan raya yang lengang pun menelan kita ke dalam taksi kita pun hanya bisa mengumpat demokrasi seperti argometer dan setoran : ”Nama saya Budi,” kata sopir taksi itu (kita terkejut dan lupa tujuan) ”Tuan saya bernama Budi juga.”

(kita hanya bisa saling memandang) (kita pun mulai pertengkaran baru tentang sejumlah daftar nama yang hilang!)

1998

Sirkuit
Republika Online edisi : 06 Dec 1998

 

 

  • Remmy Novaris DM .  Lahir di Bandung, 5 November 1958.   Menulis puisi sejak awal dasawarsa 1970-an.  Tahun 1974 ia memenangkan lomba menulis puisi Sinar Harapan. Tahun 1987 ia diundang DKJ ke Forum Penyair Muda dan 1989 diundang lagi ke Forum Puisi Jakarta. Tahun 1995 ia menjadi anggota panitia Kongres Kesenian Indonesia, vdan tahun 1996 dipercaya DKJ menjadi pelaksana Mimbar Penyair Abad 21.  Ia juga pendiri Teater Kelompok Nol Satu dan Pass Jakarta, serta kelompok diskusi sastra Bintaro.    Sajak-sajaknya :  dipublikasikan di berbagai media sastra Jakarta dan daerah,  juga terkumpul dalam antologi sajak Mimbar Penyair Abad 21.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: