Meidi Chandra (Banten-Indonesia) KESAKSIAN BATU NISAN DI TANAH PENGUASA NEGERI TERSANDERA

 


KESAKSIAN BATU NISAN

DI TANAH PENGUASA NEGERI TERSANDERA

Oleh : Meidi Chandra

 

Mati…!!!

Lagi-lagi kabar itu terdengar

Tergurat di bait-bait lusuh surat kabar

Petaka yang menikam nurani benamkan gusar

Di retak-retak rasa memantik murka

Oleh aberansi tak henti suguhi lakon-lakon banci

Sembunyi di ketiak penguasa gadaikan harga diri

Di lembar-lembar uang panas lakumu yang culas

Sementara di sana, di antara dengkuran bilik desa

Si miskin masih saja ratapi cermin

Menatap diri tangisi hari kemarin

Dipenggal bilur-bilur takdir mereka

 

Terlalu…!!

Air mata itu letih menjadi angin lalu

Setiap hari terjurai deraian duka

Mengemis iba di antara besi-besi keranda tua

Hujamkan luka semakin menganga

Dan getir hidup jadi candu sisa usia

Merajah di sekujur daksa yang bindam

Mereka,

dan nyawa yang lenyap dicabik taring-taring kuasa

 

Wahai penguasa negeri tersandera

Masihkah kalian bungkam samarkan buram?

Tentang mereka dan nasi aking dilahap nikmat bersama garam

Atau batu-batu nisan yang menjadi saksi acuhmu tuan

Tak peduli lenguh nadi sekarat

Direnggut maut melawan kalut

Tanggalkan sejenak jas dan dasi yang kau semat

Itu semua tak lebih setenggak madu sesaat

 

Wahai pendulang dahaga dunia

Tak cukupkah harta demamkan jiwa?

Dibungkam agitasi iblis tertawa sinis

Berbagi laksa pintu-pintu gratis

Tak sadar dibuai perangkap sadis

Dan ajal, kelak buatmu menangis

 

 

Meidi Chandra. Nama pena Meidi Sang Penyair. Tempat tanggal lahir Tanggerang, 20 Mei 1985. Alamat Graha Daarul Qur’an Kawasan Bisnis CBD Cileduq Jl HOS Cokroaminoto Blok A3/21 Karang Tengah Tanggerang-Banten 15157 Meidi adalah penggiat sastra dan pekerja social. Penulis adalah penggiat sastra dan pekerja sosial. Penulis banyak menimba ilmu kepenulisan sastra di Lembaga Sastra Tinta IMM Cabang Ciputat 2007-2009. Alumnus Fakultas Ekonomi UIN Syarif Hidayatullah 2009 ini selain aktif menulis juga berkecimpung di lembaga sosial kemasyarakatan di kota Tangerang. Beberapa karya puisi pernah dimuat di Jurnal LPP Insight, antara lain berjudul Guruku, dan Sajak Cinta untuk Bidadari Malam. 35 naskah puisi terbaik event lomba “Indahnya Berbagi”. Pernah pula juara I naskah puisi memperingati hari Kartini tahun 2006 di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: