Sekapur Sirih

Sekapur Sirih

Semula Tuas Media-Komunitas Sastra Borneo merencanakan buku ini untuk penyair atau penulis puisi dari dan asal Borneo (Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sabah, Sarawak, Labuan dan Brunei Darussalam), untuk anggota pertemanan group Rumahsastraborneo dan diperkirakan hanya 3 negara yang akan ikut serta. Tema pun sudah ditetapkan. Yaitu tentang puisi kritik sosial atau puisi protes terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di negara masing-masing Tapi nampaknya, puisi memang tak bisa dibatasi ruang, jarak dan waktu. Puisi tak bisa dibelenggu atau dikurung, apalagi di dunia maya (facebook), salah satu media puisi tumbuh subur. Akhirnya, dari 3 negara yang diperkirakan menjadi 5 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Singapura.  Dari tema sosial khususnya puisi protes sosial menjadi tema bebas, seperti ‘imajinasi liar’ yang tak dapat dikekang, muncul puisi berbagai tema yang didapatkan. Maka kami berkesimpulan; biarlah buku antologi puisi ini menjadi ajang  pertemuan penyair dari 5 negara di Asia Tenggara, yang sebagian besar melayu untuk berkumpul dan bersilatuhrahmi. Biarlah temanya terserah, asalkan tidak menabrak kaidah-kaidah ‘etika puisi’. Ada banyak puisi yang dikirim, dan ada banyak yang menghujat dengan kasar, dengan mengabaikan kata-kata/kalimat indah dari puisi itu sendiri. Protes/kritik yang disampaikan lewat puisi (saya kira) tak seharusnya disampaikan dengan kata/kalimat kasar menghujat yang tak sopan dengan menghamburkan kata-kata yang jorok. Setelah dicermati, ada beberapa puisi yang mohon maaf belum kami ikut sertakan dalam buku ini.

Dalam buku puisi ini, penyair senior bertemu dengan penyair junior, penyair tua yang ternama bertemu dengan penyair muda yang belum apa-apa. Penyair yang berpengalaman bertemu dengan penyair yang masih hijau dan mungkin baru menulis beberapa puisi. Di balik pertemuan karya-karya ini, kita berharap penyair junior, penyair muda dan yang masih hijau atau belum berpengalaman bisa belajar dari karya-karya matang penyair ternama dan terkenal dari Negara masing-masing.

Apreasikan juga kita berikan kepada penerbit Tuas Media dan Group Dialog Rumah Sastra Borneo, jalinan persaudaraan sesama penulis tak hanya di Borneo (Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam) tapi juga di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Singapura, Kamboja, Laos) terutama untuk rumpun Melayu yang memiliki bahasa yang mirip sehingga  mudah berkomunikasi.

Mei 2012

NAGA PAMUNGKAS

 

Nama-nama penulis puisi di bawah ini selain mereka yang telah mengirimkan puisi lewat email groupkomunitassastraborneo@yahoo.com, juga mereka yang telah mengirimkan puisi ke dinding group Dialog Rumah sastra Borneo yang ada di facebook, mereka yang diminta (terutama dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darusslam) untuk menyumbangkan 1 puisi mereka dalam rencana pembuatan buku Antologi Puisi Penyair 5 Negara.
 
A Amin Jamaluddin (Brunei Darusslam)
Abdillah SM (Sarawak, Malaysia)
Abdul Salam HS (Banten-Indonesia) 
Abdul Rani (Kalbar-Indonesia)
Abdul Razak  Othman (Kelantan-Malaysia)
Abdullah Awang (Kuala Lumpur-Malaysia)
Abu Rahmad (Aceh-Indonesia)
Ach Nurcholis Majid (Jatim-Indonesia)
Adella Azizah MP (Kaltim- Indonesia)
Ahmad MD Tahir (Singapura)
Ahmad S. Zahari (Jawa Timur-Indonesia)
Ahmad Wayang (Banten-Indonesia)
Agni Kasmaranwati (Kaltim-Indonesia)
Andi Wahyu/Andi Magadhon (Jogyakarta-Indonesia)
Asmira Suhadis (Selangor-Malaysia)
Akhmad Zailani (Kaltim- Indonesia)
Arsyad Indradi (Kalsel-Indonesia)
Ali Syamsudin Arsi (Kalsel-Indonesia)
Alya Salaisha (Indonesia)
Azridah Ps Abadi (Sabah-Malaysia)
Azmi Taib. (Kelantan-Malaysia)
 
 
Dee Dyantry (Jawa Timur-Indonesia)
Desinta Sy. Mahadewi (Kaltim- Indonesia)
Dian Hartati (Jawa Barat-Indonesia)
Dianna Firefly (Kalbar-Indonesia)
Dina Kurniawati/ Addien Sjafar Qurnia (Kalimantan Barat-Indonesia)
Dinda Az-Zahra (Kaltim-Indonesia)
Dimas Arika Miharja (Jambi-Indonesia)
 
El Adriani (Kaltim-Indonesia)
ES Pernyata (Kaltim-Indonesia)
 
Fajar Sidik (Kaltim-Indonesia)
Fanny Ys (Jawa Tengah-Indonesia)
Fikrah Syailah  Adam (Maluku Utara-Indonesia)
 
Grasia Renata  Lingga (Bengkulu-Indonesia)
Gabriel Kimjuan (Labuan-Malaysia)
 
 
Hadi Mulyadi (Kaltim – Indonesia)
Hanna Fransisca /Zhu Yong Xia (Kalbar-Indonesia)
Hasyuda Abadi (Sabah-Malaysia)
Hesti Daisy (Kaltim-Indonesia)
Heri Sucipto (Kaltim-Indonesia)
Herman Mutiara (Singapura)
 
Ibnu HS (Kalteng-Indonesia)
Indah DP (Jawa Timur-Indonesia)
Idrisboi Boiboi (Malaysia)
Isbedy Setiawan ZS (Lampung-Indonesia)
 
Jaya Ramba (Sarawak- Malaysia)
 
Kahar Al Bahri (Kaltim-Indonesia)
Kamaria Bte Buang (Singapura)
Kamal Ishak (Malaysia)
Khairul Arifin Angwa (Jawa Timur-Indonesia)
 
Kony Fahran (Kaltim-Indonesia)
Korrie Layun Rampan (Kaltim-Indonesia)
Kiki Rukiana (Jawa Tengah-Indonesia)
 
Ladin Nuawi (Kuala Lumpur-Malaysia)
 
Lailatul Kiptiyah (Jawa Timur – Indonesia)
Lauh Sutan Kusnandar (Nusa Tenggara Barat-Indonesia)
 
Mahmud Jauhari Ali (Kalsel-Indonesia)
Mahabbah El-ahmady (Kaltim-Indonesia)
M Abd Rahim  (Jawa Timur-Indonesia)
Mawar Marzuki (Pulau Pinang-Malaysia)
Marsli NO  (Malaysia)
Maya Brunei (Brunei Darussalam)
 
Meidi Chandra (Banten-Indonesia)
MENING (Jawa Barat-Indonesia)
Muhammad Nurfarhan Hamzah (Sabah-Malaysia)
Muhammad Isaac briant (Kalteng-Indonesia)
Mohd Isa Abd Razak (Negeri Sembilan- Malaysia)
 
Nadirah Junior (Labuan-Malaysia)
N Athirah Al-Labuani (Labuan-Malaysia)
Nano L Basuki (Kalbar-Indonesia)
Nassury Ibrahim (Sabah, Malaysia)
 
Nenny Makmun (Jawa Tengah-Indonesia)
Nia Samsihono (Jakarta-Indonesia)
Nina Rahayu Nadea (Jawa Barat-Indonesia)
Norman Mohd Yusoff (Malaysia)
Norgadis Labuan (Labuan-Malaysia)
Norjannah MA (
Norsiah Kandar (Malaysia)
Novy Noorhayati Syahfida (Indonesia)
Nur Amanah (Kalbar-Indonesia)
Nurfirman AS (Sumatera Barat-Indonesia)
Nurfarhan Hamzah (Sabah-Malaysia)
 
 
PHAOSAN JEHWAE (Thailand)
Poul Nanggang (Sarawak-Malaysia)
Praja Rahman  (Kaltim-Indonesia)
 
 
R Hamzah Dua (Sabah-Malaysia)
Rabeah Mohd Ali (Malaysia)
Rama Putu Barata (Jatim-Indonesia)
 
Ramlee Jalimin Jainin (Malaysia)
Ramli Jusoh (Malaysia)
Ratna Dewi (Sumatera Selatan-Indonesia)
Rahmat Ansyarif (Kalbar-Indonesia)
Rahmat  Heldy (Banten-Indonesia)
Ramli Jusoh (Sabah-Malaysia)
REDIA Yosianto (Kalbar-Indonesia)
Remmy Novaris DM (Jakarta-Indonesia)
Rezqie Hidayatullah (Kalsel-Indonesia)
Roma DP (Jawa-Timur-Indonesia)
Rosnani Ahmad (Malaysia)
Rosmiaty Shaari (Perak-Malaysia)
Rita Asfiani/Fia Pradita (Kaltim-Indonesia)
Rizky Mula Saputra (Kaltim-Indonesia)
Rubiah Dullah (Sabah Malaysia-)
 
Sabahuddin Senin (Sabah-Malaysia)
Sabrina WS (Jatim-Indonesia)
Saifun Arif Kojeh (Kalbar-Indonesia)
Santi Nurmayanti (Jawa Barat)
Sani La Bise (Labuan-Malaysia)
Suhana Bt. Sarkawi (Sarawak-Malaysia)
Sukron Jayadi (Kaltim-Indonesia)
Sulthan ARP (Kaltim-Indonesia)
Sutirman Eka Ardhana (
Seruni Tri Padmini (Jawa Tengah-Indonesia)
Sofyan Rh Zaid (Jakarta-Indonesia)
Sunthi Fatimah (Kaltim-Indonesia)
Taufik Walhidayat (Jawa Timur –Indonesia)
Tajuddin Noor Ganie (Kalsel-Indonesia)
Ummi Husnah (Kalimantan Barat-Indonesia)
Usup Supriyadi (Jawa Barat-Indonesia)
Utomo Priyambodo  (Jawa Barat)-Indonesia)
Wahyu Yudi (Kalimantan Barat -Indonesia)
Wahyu Wibowo (Sumatera Selatan-Indonesia)
Zabidin Hj Ismail (Perak-Malaysia)
Zani El Kayong  (Kalbar-Indonesia)
Zurinah Hassan (Selangor-Malaysia)
Zainal Abas (Malaysia)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: